Social Icons

Tampilkan postingan dengan label Mata Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mata Iman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Indahnya Penyembuhan Tuhan (Kesaksian Perjuangan Melawan Kanker)

Indahnya Penyembuhan TuhanLampu—lampu berkelip di perumahan Citra Dua – Cengkareng mengingatkan akan keindahan surga yang menjadi tujuan kehidupan makhluk yang bertuhan. Saat itu, tanggal 05 November 2015, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis mengadakan Misa untuk mendoakan arwah-arwah orang-orang tercinta.
Ketika aku memandang sepasang suami dan istri, yaitu Andreas Faizal Tjokro dan Pita, bersama anak-anaknya, aku kaget. Aku sangat mengenalnya karena beliau adalah wakil koordinator PDKK Paroki Trinitas – Cengkareng dan juga ketua wilayah 28 Paroki tersebut. Badannya kurus dan wajahnya menghitam. Dia baru saja menyelesaikan proses radiotherapy dan kemotherapy. Aku ingat bahwa sebelum menjalani pengobatan kankernya, istrinya meminta aku mendoakan suaminya itu. Bapak Faizal mengatakan : “Romo, aku datang karena ingin bertemu Romo. Aku ingin memberikan kesaksian akan kebaikan Tuhan yang tak terhingga”. Wajahnya nampak tidak down, bahkan tetap menunjukkan sukacita iman walaupun kanker pernah menderanya dan penanganan telah dijalaninya. Kata-katanya yang indah : “Di dalam sakitnya, justru mukjizat Tuhan sangat terasakan. Kuncinya adalah tetap setia melayani Dia walaupun penyakit mengancam jiwanya”.
Mukjizat Tuhan diimani sejak ia merasakan kepalanya sakit luar biasa pada bulan Februari 2013. Dokter syaraf menyarankan untuk melakukan MRI dan cek darah untuk mengetahui penyebabnya. Ia memutuskan hanya meminta obat anti sakit saja dahulu karena pada tanggal 28 Februari 2013 ia bersama istrinya, Pita, dengan teman-teman Shekinah mengadakan ziarah ke tanah suci, Holly Land, dalam rangka pesta perak SEP Shekinah. Obat itu membantunya ketika sakitnya kambuh. Pada hari kedua ziarah, ia mengalami mukjizat Tuhan semakin nyata setelah didoakan dalam Kebangunan Rohani Katolik (KRK). Ia tidak mengalami kesakitan lagi sampai ziarah selesai.
Setelah pulang dari ziarah, ia memutuskan melakukan biopsi di Pinang –Malaysia seperti anjuran dokter karena pembengkakan di leher tetap masih besar walaupun ia tidak merasakan sakit lagi. Hasil dari biopsi yang ia terima pada awal bulan April mengagetkannya. Ia divonis mengidap kanker rongga mulut (nasopharynx carcinoma) stadium empat. Ia sempat shock dan tidak lagi mampu berdoa seperti biasa. Dukungan doa dari teman-teman sekomunitas, guru-guru SEP Shekinah, uskup, para pastor, dan teman-teman sekolahnya memberikan kepadanya kelegaan. Ia mengalami kekuatan dan urapan baru. Kekuatan Roh Kudus melingkupinya. Ketika berdoa malam, ia sungguh bisa menerima keadaannya dan berserah kepada Tuhan Yesus. Ia berbicara kepada Tuhan: “Tuhan, aku tidak tahu harus melakukan apa untuk menghadapi kanker ini. Aku mohon kepadaMu, Tuhan, untuk memberikan petunjuk melalui suara Roh Kudus-Mu agar aku boleh mengambil segala keputusan sesuai dengan rencana-Mu. Aku berserah kepadamu. Aku percaya ini boleh aku alami agar aku dapat lebih dekat lagi dengan Engkau”. Penyerahan kepada Tuhan membuahkan hasil yang mengagumkan. Hasil PET Scan menunjukkan bahwa kanker hanya ada di sekitar dinding tenggorokan dan belum menyebar sama sekali. Stadiumnya pun menurun menjadi stadium tiga.
Petunjuk Tuhan lebih lanjut diberikan kepadanya melalui orang-orang yang ia layani sambil menunggu pengobatan radiotherapy sebanyak tiga puluh tiga kali dan kemotherapy sebanyak enam kali pada tanggal 13 Mei 2013. Setiap minggu ia tetap menghantar komuni tiga orang oma. Ia memberikan kekuatan dan peneguhan dengan Firman Tuhan kepada seorang oma yang berusia enam puluh tahun yang kena kanker payudara dan baru saja menjalani kemotherapy yang pertama serta keadaannya lemah : “Ibu hendaknya untuk senantiasa berdoa, cukup dengan memanggil Yesus… Yesus… Yesus…. ketika merasa tidak berdaya”. Hal ini tidak mudah baginya karena ia juga akan menjalani hal yang sama. Ia sangat merasakan pelukan Tuhan Yesus yang memberikan kekuatan kepadanya untuk menjalani radiotherapy dan kemotherapy ketika seorang Bapak memeluknya sambil mengeluarkan air mata deras pada saat ia mendoakannya pada acara pencurahan Roh Kudus dalam retret pengutusan KEP Trinitas pada tanggal 11 Mei 2013. Peristiwa dan pelayanan ini memberikan kekuatan baginya ketika ia menjalani pengobatan. Katanya: “Tuhan Yesus memberikan apa yang aku butuhkan ketika aku tetap setia melayani Dia”.
Setelah menerima Sakramen Perminyakan Suci, ia didampingi istrinya tercinta dan mamanya pergi ke Singapore untuk menjalani radiotherapy dan kemotherapy selama dua bulan. Iman akan penyembuhan Tuhan menjadi kekuatannya. Ia dapat menyelesaikan semua proses radiotherapy dan kemotherapy yang begitu berat pada tanggal 25 September 2013. Walaupun berat badannya turun sampai 15 kg dan rambutnya rontok, ia tetap bahagia karena mengalami mukjizat Tuhan itu nyata. Setelah dilakukan pengecekan MRI, Ia dinyatakan telah bersih dari kanker. Puji Tuhan.
Ia merasakan berkat Tuhan dari penyakit ini. Pertama: relasi dengan istrinya semakin mantap. Kedua: pemulihan terjadi dalam keluarga. Ketiga: Mamanya tercinta mau untuk masuk Katolik setelah merasakan bagaimana perjuangannya bersama Tuhan Yesus melawan kanker. Ia sedang menjalani katekumen lansia dan akan dibaptis pada tanggal 7 Desember 2013 nanti. Ia mensyukuri berkat Tuhan di balik penyakit yang harus ia lalui: “Tuhan bukan hanya memberikan kesembuhan bagiku, tetapi menganugerahkan keselamatan bagi mamaku”. Ia menyimpulkan pengalaman imannya dalam sebuah kalimat: “Tuhan akan mengubah masalah yang mendera kita menjadi berkat istimewa ketika kita menyerahkannya kepada Tuhan, menanggungnya bersamaNya, dan tetap melayaniNya”.
Setelah sharing atas pengalaman iman dalam melalui penyakitnya, aku memberkati keluarganya sebagai ungkapan syukur atas kebaikan Tuhan bagi keluargnya. Ia menutup sharingnya dengan sebuah doa yang indah:
“Terima kasih Tuhan Yesus.
Aku sangat bersyukur boleh mengalami penyakit ini karena imanku semakin bertumbuh.
Aku akan terus menjadi saksi-Mu ke mana pun Engkau utus”.
Pesan dari sharing indah tesimpul dalam Mazmur 30:3: “TUHAN, Allahku, kepadaMu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku”. Aku pun memuji Tuhan atas karya-Nya yang ajaib.
Tuhan Memberkati

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

PELAYANAN

Pelukan Kasih

Pelukan KasihTerik matahari sangat hebat di Oasis Lestari pada tanggal 21 November 2013 saat aku siap merayakan Ekaristi untuk mengkremasi seorang Bapak yang tak pernah aku prediksi. Ketika aku turun dari mobil, seorang ibu setengah baya menyapaku: “Romo, pasti kaget siapa yang meninggal ini. Ia adalah suamiku. Romo mengenalnya pada peringatan seratus hari arwah abangku satu bulan silam. Romo sempat mengobrol di luar dengannya. Ciri khasnya adalah ia selalu mengenakan topi ke mana saja ia pergi”.
Hatiku termangu mengingat waktu bertemu dengannya tanggal 20 September yang lalu. Tak kusangka bahwa pertemuan itu merupakan perjumpaan yang tak terulang. Perjumpaan yang mewariskan pesan indah bagaimana manusia itu seharusnya hidup. Ia mensharingkan ungkapan hatinya: “Romo, aku sangat mencintai istri dan ketiga anakku. Ingin hati mengungkapkannya dengan tindakan romantis seperti manusia masa kini, tetapi malu dengan seumur tua ini. Akan tetapi, aku yakin mereka merasakan kasihku walaupun tidak selalu terungkap dengan kelembutan dan kemesraan. Aku bangga dengan istriku yang kuat dan tabah dalam segala situasi. Aku juga bahagia melihat ketiga anakku telah mentas (mandiri). Itulah perutusanku dari Tuhan, yaitu menjadi seorang suami dan ayah yang mengasihi dan bertanggung jawab”.
Kerinduan hatinya terkabulkan pada hari Senin, tanggal 16 November 2013. Istrinya menjamah badannya yang dingin. Ia meminta dipeluk oleh istrinya. Ia memohon istrinya meletakkan kepalanya di dadanya. Ia kemudian meninggal dunia pada usia enampuluh tiga tahun. Istrinya mengatakan bahwa kasih memang abadi: “Ia datang kepadaku untuk menawarkan kasih. Aku menerimanya dengan kasih. Ia kini pulang ke rumah Bapa dengan pelukan kasih”. Dengan berlinang air mata, ia meneruskan ungkapan jiwanya: “Berkat pelukan kasihnya, aku mengerti satu hal bahwa aku begitu berharga baginya. Aku bahagia karena kasih menepis air mata. Kasihnya senantiasa mengisi hatiku ketika terasa hampa”.
Karena merasakan kasih ayahnya yang begitu besar, anak lelakinya yang mewakili keluarga tidak bisa menyelesaikan ucapan “terima kasih” sebelum peti masuk dalam kremasi. Deraian air matanya membuatnya tidak mampu mengucapkan kata lagi. Intinya: “Terima kasih ayah atas kasihmu. Engkau adalah ayah yang bertanggung jawab. Kadang-kadang engkau memang keras, tetapi itu karena kasih agar kami hidup lurus”.
Pesan dalam sharing iman ini: Pelukan kasih menyapa hati. Ia hadir pada saat kita merindukan kehangatannya. Ia menyembuhkan luka. Ia menenangkan jiwa yang sedang dilanda emosi yang membara. Ia menanamkan semangat untuk meraih impian di masa depan. Lebih dari semuanya, pelukan kasih membuat hidup berharga dan bermakna.
Kini kita semakin mengerti Sabda Allah ini: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan, dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih” (1 Korintus 13:13).
Tuhan Memberkati

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

Kuasa Pemulihan dan Penyembuhan Tuhan (KRK di Bandung)

Kuasa Pemulihan dan Penyembuhan TuhanHari Kamis, 28 November 2013 pukul 17.00, Gedung Graha Tirta – Bandung dipenuhi lebih dari dua ribu umat. Mereka datang dari berbagai paroki di Keuskupan Bandung untuk mengalami kuasa pemulihan dan penyembuhan Tuhan dalam Kebangunan Rohani Katolik. KRK ini diadakan oleh Badan Pelayanan Pembaharuan Karismatik Keuskupan Bandung.
Iman akan mukjizat Tuhan diterjemahkan dalam tarian indah yang penuh makna dengan terus-menerus menyanyikan lagu “Hosanna In the Highest”. Dalam iringan malaikat, baju-baju hitam terlepas yang menyimbolkan runtuhnya kuasa kegelapan dan disembuhkannya berbagai penyakit. Pemulihan pasti terjadi karena kasih Allah.
Setelah upacara penyembahan, aku memberikan homili : “ Ketika kita menyembah Tuhan, kuasa Allah bekerja. Hati kita dipulihkan. Tubuh kita disembuhkan”. Setelah homili, aku mengangkat doa mohon kesembuhan bersama tujuh imam, yaitu Pastor Helman Pr (Moderator BPPK Keuskupan Bandung), Pastor Christ Purba SJ (Moderator BPPK Keuskupan Agung Jakarta), Pastor Hendra OSC, Pastor Yoakim OSC (Teman sekelas), Pastor Santo OSC, Pastor Sutiman OSC, Pastor Surono OSC. Umat mengangkat tangan menyanyikan lagu “Kurasakan Kasih-Mu Tuhan” bersama tim pujian yang luar biasa.
Para pastor kemudian mendoakan satu persatu umat yang hadir. Ada pengalaman yang baru pertama aku dapati dalam mendoakan ini. Seorang gadis datang dan mohon : “Romo, tolong lepaskan aku karena aku telah menyembah Lucifer selama sepuluh tahun”. Aku terkejut karena Lucifer adalah kepala setan. Aku tompangkan tanganku di atas kepalanya dan ia jatuh di lantai. Karena sudah selama satu jam lebih ia tidak bangun, beberapa bapak mencoba mengangkat badannya. Akan tetapi, mereka tidak ada yang kuat membawa tubuhnya karena ia memberontak sangat keras dan memukuli yang mendekat dengan kekuatan yang luar biasa di luar dirinya sebagai wanita. Hal ini mengingatkanku akan peristiwa seorang kerasukan roh jahat dari pekuburan di Gerasa yang menemui Tuhan Yesus Kristus : “Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai” (Lukas 5:4). Aku katakan kepada mereka : “Biarkan dahulu, nanti aku tangani setelah selesai mendoakan semuanya”. Sebelum mendoakan para panitia, saya memerciki dia dengan air suci dan garam yang aku berkati. Kemudian aku tempelkan salib rosario di dahi dan mulutnya. Aku pegang tangannya dan ia berdiri dengan masih agak lemas. Ia kemudian meneteskan air mata. Aku katakan : “Engkau telah kembali menjadi anak Allah”. Ia menganggukkan kepalanya sambil berkata : “Aku lebih bahagia menyembah Tuhan Yesus daripada setan”. Ia mengangkat tangannya sambil menyanyikan : “Halleluya”. Ia telah dilepaskan dari kuasa kegelapan. Aku pun mensyukuri atas rahmat imamat yang telah diberikan Tuhan kepadaku.
Kebangunan rohani ini selesai pukul 21.00. Umat pulang dengan hati bersukacita. Jamahan Tuhan pasti terasakan. Setiap orang tentu mengalami kebaikan Tuhan, terutama imannya disegarkan.
Tuhan Memberkati

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

 

ILE MANDIRI TOUR & TRAVEL

ILE MANDIRI TOUR & TRAVEL
Jl. Joakim BL, De-Rosari RT/RW : 08/03 No. 108 Postoh, Larantuka, Flores Timur, NTT - Indonesia, +62 383 232 5746 ( Shop ), +62 821 699 953 48 ( hp ), E : larantukatourtravel@hotmail.com, W : ilemandiritourandtravel.com, Blog : ilemandiritourtravel.blogspot.com
 
Blogger Templates